Berita

Rumah / Berita / Berita Industri / Apa itu kain rajutan dan apa bedanya dengan kain tenun?

Apa itu kain rajutan dan apa bedanya dengan kain tenun?

Nov 17 , 2025

Apa itu Kain Rajutan?

Kain rajutan adalah tekstil yang dibuat dengan mengaitkan benang menjadi serangkaian simpul yang terhubung. Hal ini dilakukan dengan menggunakan jarum dalam proses yang disebut “merajut” dan bukan “menenun”, yang memberikan elastisitas dan kelenturan yang tinggi pada kain rajutan. Kain rajutan banyak digunakan pada pakaian santai, pakaian aktif, pakaian dalam, dan pakaian sehari-hari lainnya. Strukturnya bisa bermacam-macam, antara lain kain rajutan tunggal, rajutan ganda, dan rajutan melingkar.

Ciri-ciri Kain Rajutan

  1. Elastisitas dan Kenyamanan
    Karena kain rajutan dibuat dengan melilitkan benang menjadi cincin yang saling berhubungan, struktur ini memiliki sifat regangan dan pemulihan yang sangat baik. Oleh karena itu, kain rajutan biasanya lebih elastis dibandingkan kain tenun, sehingga ideal untuk pakaian yang perlu diregangkan, seperti pakaian aktif, kaos oblong, dan legging. Mereka dapat dengan mudah beradaptasi dengan gerakan tubuh, memberikan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi.

  2. Kelembutan dan Keramahan Kulit
    Kain rajutans are usually softer due to the nature of their loops, and they are more comfortable to wear compared to woven fabrics. Their skin-friendly qualities make them suitable for close-fitting garments, such as underwear, sports bras, and other intimate wear, minimizing discomfort from friction.

  3. Pernafasan
    Struktur kain rajutan sering kali memiliki celah kecil di antara simpulnya, sehingga udara dapat mengalir dengan bebas. Hal ini meningkatkan sirkulasi udara, membuat kain rajutan sangat populer di cuaca hangat. Kemampuannya dalam menyerap kelembapan dan mengatur suhu menjadikannya ideal untuk pakaian musim panas.

  4. Ideal untuk Pakaian Santai dan Pakaian Aktif
    Bahan rajutan yang mudah diregangkan dan nyaman membuatnya cocok untuk pakaian yang pas dengan tubuh atau memungkinkan pergerakan, seperti celana yoga, kaos oblong, dan pakaian olahraga. Kain ini memberikan fleksibilitas yang diperlukan untuk gaya hidup aktif.

  5. Daya Tahan Lebih Rendah
    Meskipun nyaman dan lentur, kain rajutan umumnya kurang tahan lama dibandingkan kain tenun. Seiring waktu, mereka mungkin kehilangan bentuk atau menjadi usang, terutama di daerah dengan tekanan tinggi. Bahan ini juga rentan terkelupas atau pecah, terutama jika dipakai berulang kali atau setelah dicuci.

Jenis Kain Rajutan

  • Rajutan Tunggal : Ini adalah jenis kain rajutan yang paling umum, ditandai dengan tekstur yang mencolok di satu sisi. Biasa digunakan untuk kaos, pakaian santai, dan pakaian olahraga.
  • Rajutan Ganda : Jenis kain ini lebih tebal dan halus pada kedua sisinya, sering digunakan untuk pakaian hangat seperti sweater, sweatshirt, dan pakaian yang lebih berat.
  • Rajutan Melingkar : Rajutan melingkar menghasilkan kain yang berkesinambungan, sehingga ideal untuk barang-barang seperti kaus kaki, pakaian dalam, dan pakaian yang memeluk tubuh.


Apa itu Kain Tenun?

Kain tenun dibuat dengan menjalin dua set benang— melengkung (benang vertikal) dan pakan (benang horizontal)—dengan posisi tegak lurus satu sama lain, biasanya menggunakan alat tenun. Kain yang dihasilkan ditenun rapat sehingga lebih kaku dan tahan lama dibandingkan kain rajutan. Kain tenun dikenal karena kekuatan, struktur, dan keserbagunaannya pada banyak jenis pakaian.

Ciri-ciri Kain Tenun

  1. Kekuatan dan Daya Tahan
    Salah satu keunggulan utama kain tenun adalah kekuatannya. Jalinan benang lusi dan benang pakan menciptakan struktur yang kokoh, membuat kain tenun lebih tahan lama dibandingkan kain rajutan. Bahan ini tahan lebih lama terhadap keausan, menjadikannya ideal untuk pakaian luar, celana, jaket, dan pakaian tahan lama lainnya.

  2. Retensi Bentuk
    Kain tenun tidak mudah meregang atau terdistorsi dibandingkan dengan kain rajutan. Hal ini membuatnya lebih cocok untuk pakaian yang perlu mempertahankan bentuk tertentu, seperti setelan jas, gaun berstruktur, dan kemeja formal. Kain tenun mempertahankan bentuknya dan tidak kehilangan struktur seiring waktu.

  3. Kurangnya Elastisitas
    Kain tenun memiliki sedikit atau bahkan tidak ada regangan alami. Hal ini membuat pakaian tersebut kurang nyaman untuk pakaian ketat atau ketat, tetapi ideal untuk pakaian berstruktur, formal, atau profesional. Umumnya kain ini tidak memiliki kelenturan yang sama seperti kain rajutan.

  4. Kemampuan bernapas yang lebih rendah
    Kain tenun lebih padat dan kurang menyerap keringat dibandingkan kain rajutan. Benang ini lebih cocok untuk iklim dingin atau pakaian luar karena jalinan benang yang rapat memberikan insulasi dan kehangatan yang lebih baik.

Jenis Kain Tenun

  • Tenunan Polos : Ini adalah jenis tenun yang paling sederhana dan umum, dimana benang lusi dan benang pakan bergantian dalam pola satu-atas-satu-bawah. Biasa digunakan untuk kemeja, celana, dan sprei.
  • tenunan kepar : Benang ditenun dalam pola yang menciptakan garis diagonal, sehingga menambah daya tahan. Kain twill biasa digunakan untuk denim, chino, dan pakaian kerja.
  • Tenunan Satin : Hasil tenunan ini menghasilkan permukaan yang halus dan mengkilat karena benang-benang tersebut ditenun sedemikian rupa sehingga dapat melayang di atas benang-benang lainnya. Kain satin sering digunakan pada pakaian formal seperti gaun malam dan gaun pengantin.


Perbandingan Antara Kain Rajutan dan Kain Tenun

Fitur Kain Rajutan Kain Tenun
elastisitas Tinggi : Menawarkan peregangan yang baik, cocok untuk pakaian aktif dan pakaian kasual. Rendah : Hampir tidak ada regangan alami, lebih baik untuk pakaian berstruktur.
Kenyamanan Tinggi : Lembut dan nyaman, cocok untuk dipakai dalam jarak dekat. Rendaher : Umumnya lebih kaku, lebih baik untuk pakaian yang memerlukan struktur.
Daya tahan Bawah: Rawan aus, sobek, dan meregang seiring waktu. Tinggi : Tahan lama dan tahan terhadap peregangan, ideal untuk pakaian yang tahan lama.
Pernafasan Tinggi : Sirkulasi udara yang baik karena struktur melingkar. Rendaher : Kurang bernapas karena tenunannya ketat.
Penggunaan Ideal Pakaian santai, pakaian aktif, dan pakaian intim. Pakaian formal, celana, jaket, dan pakaian terstruktur.