Kain interlining , juga dikenal sebagai interfacing, adalah material penting dalam dunia konstruksi garmen dan tekstil rumah. Kain ini memberikan struktur, dukungan, dan retensi bentuk, yang penting untuk daya tahan, penampilan, dan fungsionalitas produk akhir. Interlining dibedakan menjadi berbagai jenis berdasarkan komposisi, cara pengaplikasian, dan kegunaannya. Setiap jenis memiliki tujuan yang unik dan dapat berdampak signifikan terhadap hasil proyek secara keseluruhan.
1. Interlining yang Dapat Melebur
Interlining fusibel adalah salah satu jenis kain interlining yang paling umum digunakan, khususnya di industri pakaian jadi. Ciri khas dari fusible interlining adalah adanya lapisan perekat di satu sisi, yang diaktifkan oleh panas. Perekat ini mengikat lapisan interlining ke kain sehingga tidak perlu lagi menjahit.
Aplikasi
Interlining yang dapat melebur sangat ideal untuk kain berbobot ringan hingga sedang. Ini banyak digunakan untuk menambahkan struktur pada kerah, manset, ikat pinggang, dan lapisan dalam jaket dan mantel. Selain itu, digunakan pada pakaian berlipit, seperti rok dan gaun, untuk meningkatkan kekakuan dan retensi bentuknya.
Bahan
Interlining yang dapat melebur sering kali dibuat dari serat sintetis seperti poliester, katun, atau campuran. Perekat di bagian belakang kain dapat berupa resin atau bahan termoplastik yang akan menyatu saat terkena panas.
Kelebihan
- Aplikasi Cepat dan Mudah : Interlining yang dapat melebur dapat dengan mudah diaplikasikan menggunakan setrika, menjadikannya pilihan yang menghemat waktu untuk banyak proyek.
- Selesai Halus : Perekat menghasilkan ikatan yang bersih dan halus tanpa memerlukan jahitan yang terlihat.
- Keserbagunaan : Interlining yang dapat melebur cocok digunakan pada berbagai jenis kain, termasuk katun, poliester, dan wol ringan.
Kontra
- Terbatas pada Kain Tertentu : Lapisan interlining yang dapat melebur mungkin tidak bekerja secara efektif pada kain yang bertekstur tinggi atau halus.
- Kemungkinan Residu Perekat : Jika tidak diaplikasikan dengan benar, perekat dapat meninggalkan residu pada kain, sehingga mempengaruhi penampilan dan teksturnya.
2. Interlining Tidak Dapat Melebur
Interlining yang tidak dapat melebur adalah alternatif dari interlining yang dapat melebur dan tidak memiliki lapisan perekat apa pun. Sebaliknya, itu harus dijahit atau dijahit ke dalam kain. Jenis interlining ini sering digunakan untuk pakaian yang lebih berat atau berstruktur.
Aplikasi
Interlining yang tidak dapat melebur biasanya digunakan untuk pakaian luar, jas, jaket, dan mantel. Ini juga ideal untuk pelapis dan tekstil rumah lainnya yang mengutamakan ketahanan dan struktur. Ini memberikan hasil akhir yang lebih kaku dan lebih cocok untuk kain yang membutuhkan penguatan ekstra.
Bahan
Interlining yang tidak dapat melebur biasanya terbuat dari serat alami seperti katun, wol, atau linen. Beberapa variasi mungkin menggunakan serat sintetis seperti poliester, tergantung karakteristik kain yang diinginkan.
Kelebihan
- Daya tahan : Lapisan interlining yang tidak dapat melebur menambah kekuatan dan umur panjang pada kain, sehingga ideal untuk area dengan tekanan tinggi seperti kerah dan manset jaket.
- Keserbagunaan : Dapat digunakan dengan berbagai jenis kain, termasuk bahan halus seperti sutra atau wol bertekstur.
- Tidak Ada Risiko Residu : Karena tidak memiliki lapisan perekat, tidak ada risiko residu atau bekas lem.
Kontra
- Lebih Memakan Waktu : Kelebihanes pengaplikasiannya lebih lambat karena lapisan interlining harus dijahit, sehingga membutuhkan lebih banyak tenaga kerja dan keahlian.
- Potensi Jahitan Terlihat : Menjahit dengan lapisan interlining yang tidak dapat melebur dapat menyebabkan jahitan terlihat jelas, yang mungkin tidak diinginkan pada beberapa pakaian.
3. Interlining Jahit
Interlining jahit adalah variasi lain dari interlining yang tidak dapat melebur. Biasanya digunakan untuk pakaian yang memerlukan struktur dan daya tahan tambahan, terutama yang terbuat dari kain berat.
Aplikasi
Jenis interlining ini biasanya digunakan untuk pakaian khusus, seperti jas, blazer, dan jas formal. Ini juga digunakan untuk proyek pelapis yang memerlukan kekuatan dan dukungan yang signifikan.
Bahan
Interlining jahitan dapat dibuat dari katun, wol, atau serat sintetis. Ini tersedia dalam berbagai ketebalan dan berat, tergantung pada tingkat struktur yang dibutuhkan.
Kelebihan
- Struktur Tahan Lama : Interlining jahitan menawarkan daya tahan yang sangat baik dan ideal untuk pakaian yang sering mengalami keausan.
- Tidak Ada Risiko Kerusakan Perekat : Karena tidak menggunakan perekat, tidak ada risiko kerusakan akibat panas berlebih atau sisa perekat.
Kontra
- Padat karya : Diperlukan lebih banyak waktu untuk mengaplikasikannya, karena harus dijahit pada tempatnya.
- Jahitan Terlihat : Jahitan mungkin terlihat pada pakaian akhir, yang mungkin tidak diinginkan untuk beberapa proyek.
4. Merajut Interlining
Interlining rajutan adalah jenis interlining yang menggabungkan serat yang dapat diregangkan, memberikan struktur dan fleksibilitas. Jenis ini sangat berguna untuk kain yang memerlukan elastisitas namun tetap mempertahankan bentuknya.
Aplikasi
Interlining rajutan biasanya digunakan pada pakaian seperti pakaian olahraga, pakaian aktif, dan pakaian santai. Ini juga dapat digunakan pada pakaian yang terbuat dari bahan elastis seperti jersey atau spandeks untuk mencegah distorsi.
Bahan
Interlining rajutan terbuat dari bahan seperti poliester, elastane, atau spandeks. Serat-serat ini memungkinkan lapisan interlining meregang dan bergerak bersama kain.
Kelebihan
- Fleksibilitas : Interlining rajutan yang dapat diregangkan memungkinkannya bergerak bersama kain, sehingga ideal untuk pakaian aktif dan kain elastis.
- Kenyamanan : Memberikan dukungan tanpa mengorbankan kenyamanan atau rentang gerak.
Kontra
- Sulit untuk Ditangani : Sifat interlining rajutan yang melar dapat membuatnya lebih sulit untuk ditangani selama proses pengaplikasian.
- Tidak Cocok untuk Semua Pakaian : Ini mungkin tidak memberikan struktur yang cukup untuk kain yang lebih berat atau pakaian formal.
5. Tenun Interlining
Lapisan tenunan terbuat dari serat yang ditenun rapat, memberikan stabilitas dan dukungan. Ini ideal untuk memberikan struktur pada pakaian tanpa menambah jumlah yang berlebihan.
Aplikasi
Woven interlining banyak digunakan pada pakaian berstruktur seperti kemeja, blazer, jas, dan gaun formal. Ini juga digunakan dalam tekstil rumah seperti tirai dan kain pelapis untuk menjaga bentuk dan mencegah kendur.
Bahan
Interlining tenun biasanya terbuat dari katun, poliester, atau campuran serat sintetis. Teksturnya kokoh karena jalinan seratnya yang rapat.
Kelebihan
- Selesai Renyah : Lapisan interlining tenun memberikan hasil akhir yang bersih dan tajam pada pakaian serta membantu mempertahankan bentuknya seiring waktu.
- Stabilitas : Ini menawarkan dukungan struktural dan stabilitas yang sangat baik.
Kontra
- Tidak Cocok untuk Kain Peregangan : Lapisan tenunan interlining mungkin tidak cocok dengan kain yang perlu diregangkan atau dipindahkan.
- Bisa Kaku : Hal ini dapat membuat kain terasa lebih kaku, dan hal ini mungkin tidak diinginkan untuk semua pakaian.
6. Interlining yang Dilubangi dengan Jarum
Interlining yang dilubangi dengan jarum dibuat dengan mengikat serat secara mekanis menggunakan jarum berduri. Interlining ini sering digunakan dalam aplikasi industri dan tugas berat yang mengutamakan kekuatan dan daya tahan.
Aplikasi
Interlining yang dilubangi dengan jarum biasanya digunakan pada kain pelapis, tekstil industri, dan pakaian luar yang berat. Ini sangat ideal untuk proyek yang membutuhkan penguatan dan daya tahan yang signifikan.
Bahan
Interlining yang dilubangi dengan jarum sering kali terbuat dari poliester atau bahan bukan tenunan yang diikat secara mekanis.
Kelebihan
- Tahan lama : Menawarkan daya tahan dan kekuatan luar biasa, sehingga cocok untuk aplikasi tugas berat.
- Hemat Biaya : Umumnya lebih murah dibandingkan jenis interlining lainnya.
Kontra
- Berat : Dapat menambah berat pada kain, sehingga tidak cocok untuk pakaian ringan.
- Kurang Fleksibel : Kekakuan lapisan interlining yang dilubangi dengan jarum mungkin tidak ideal untuk pakaian yang memerlukan fleksibilitas.
7. Interlining Bulu
Interlining bulu domba adalah interlining lembut dan ringan yang memberikan insulasi termal dengan tetap menjaga tekstur lembut. Ini sempurna untuk pakaian yang perlu hangat dan ringan.
Aplikasi
Interlining bulu sering digunakan pada pakaian luar, seperti jaket, mantel, dan pakaian cuaca dingin. Ini juga dapat digunakan pada selimut dan tekstil rumah.
Bahan
Interlining bulu biasanya terbuat dari poliester atau serat sintetis serupa yang menahan panas dan memberikan insulasi.
Kelebihan
- Kehangatan : Memberikan insulasi termal tanpa menambahkan terlalu banyak bahan curah.
- Tekstur Lembut : Menawarkan rasa lembut yang nyaman di kulit.
Kontra
- Dapat Menambahkan Secara Massal : Ini dapat menambah jumlah yang tidak perlu pada kain tipis.
- Kurang Bernapas : Bahan fleece mungkin tidak dapat menyerap keringat seperti jenis interlining lainnya, sehingga dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat cuaca hangat.
8. Interlining yang Dilaminasi
Interlining berlaminasi adalah jenis interlining khusus yang telah diberi lapisan pelindung, seperti PVC atau poliuretan, untuk memberikan kedap air dan daya tahan tambahan.
Aplikasi
Interlining berlaminasi biasanya digunakan pada pakaian dan tekstil yang perlu tahan terhadap air atau kondisi cuaca buruk, seperti jas hujan, jaket luar ruangan, dan tenda.
Bahan
Biasanya terbuat dari bahan polyester atau katun yang dilaminasi dengan lapisan kedap air.
Kelebihan
- Tahan air : Memberikan perlindungan terhadap air, sehingga ideal untuk pakaian luar ruangan dan cuaca hujan.
- Tahan lama : Menawarkan peningkatan daya tahan dan ketahanan terhadap elemen lingkungan.
Kontra
- Kurang Bernapas
Lapisan yang dilaminasi dapat mengurangi sirkulasi udara, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan selama pemakaian dalam waktu lama.
- Bisa Kaku : Lapisan yang dilaminasi dapat menambah kekakuan pada kain.
9. Lapisan Sutra
Interlining sutra adalah jenis interlining mewah yang terbuat dari serat sutra. Ini menawarkan hasil akhir yang lembut dan halus, cocok untuk mode kelas atas dan kain halus.
Aplikasi
Interlining sutra sering digunakan pada pakaian formal, seperti gaun malam, jas mewah, dan pakaian fashion kelas atas lainnya. Ini juga digunakan sebagai pelapis furnitur premium.
Bahan
Terbuat dari sutra murni atau campuran sutra, memberikan tekstur yang lembut dan halus.
Kelebihan
- Hasil Akhir yang Mewah : Interlining sutra menambahkan sentuhan kemewahan pada pakaian.
- Lembut dan Ringan : Ini ideal untuk kain halus dan memberikan hasil akhir yang lembut tanpa menambah berat.
Kontra
- Mahal : Sutra adalah bahan kelas atas, membuat lapisan sutra cukup mahal.
- Membutuhkan Perawatan Khusus : Interlining sutra memerlukan penanganan dan pemeliharaan yang hati-hati untuk menjaga kualitasnya.
10. Interlining Bulu yang Dapat Melebur
Interlining bulu yang dapat melebur memadukan sifat insulasi lembut dari bulu domba dengan kenyamanan interlining yang dapat melebur. Ia memiliki perekat yang diaktifkan panas yang mengikat bulu domba ke kain.
Aplikasi
Bulu domba yang dapat melebur sangat cocok untuk quilting, tas, pakaian luar, dan proyek apa pun yang memerlukan kehangatan tambahan tanpa beban berlebihan.
Bahan
Terbuat dari bulu poliester dengan lapisan perekat yang dapat melebur.
Kelebihan
- Kehangatan Without Bulk : Memberikan kehangatan dan isolasi tanpa membuat kain terlalu berat.
- Mudah untuk Diterapkan : Perekat yang dapat melebur memudahkan pemasangan lapisan interlining ke kain.
Kontra
- Bisa Besar : Mungkin tidak cocok untuk kain yang sangat ringan.
- Tidak Ideal untuk Semua Jenis Kain : Perekat mungkin tidak dapat merekat dengan baik pada semua jenis kain, terutama kain yang halus.










